GLS KELAS : VII-I

TAHUN PELAJARAN 2025/2026
AL-BIRUNI ARSA SETIAWAN
Kelas : VII-I

AL-BIRUNI ARSA SETIAWAN
Kelas : VII-I

Senin, 20 Oktober 2025 | Dibaca : 73 kali
Judul Buku: I WANT US
Genre: Fiksi
Penulis: Astrid Tito
Penerbit: PT Gramedia pustaka utama
Tahun: 2017
Halaman: 8-10
GLS
Resume:
yang sering diperbandingkan dengan sosok di cermin itu."Kamu, sipit,tapi cantik,"kata mereka.Tapi lihat! bina rasa sepi mengendap di kedua mata itu 
apa yang kamu rasa,dara? apa yang kamu butuhkan saat sepi seperti ini? saat merasa sangat sendiri semacam ini? bisik benakku. aku tersenyum kecut. lelah bergulung. melibas segenap sisa energiku 
kamu ada, dalam kebisuan. 
kamu ada, dalam kehampaan. 
kamu ada, dalam kesepian. 
kesendirian. 
pukul 11.00 malam.aku baru selesai mandi dengan air hangat.namun rupanya, letihku tak mengundang rasa kantuk sama sekali. aku meraih HP yang tergeletak di nakas sisi tempat tidurku. message yang telah kukirim masih centang satu. jangankan terbaca diterima pun belum titik mungkin dia masih berada di laut lepas titik aku menghela nafas berat. 
geliat malam peluk sang sunyi.
pendar bintang enggan bernyanyi. 
siang malam hari berganti. 
mengulum senyum di dalam sunyi. 
aku menyambungkan earphone dengan hp-ku. aku mencari iTunes scrolling down lagu-lagu yang ingin kudengar. jariku mengklik sebuah judul sedetik kemudian, lembut alunan musik dari the Beatles, yesterday mengalir melalui lorong pendengaranku.
hal 9
alunan nada-nada yang terbetik dari lagu itu, membuat ingatanku pun terbang menuju masa saat aku masih kecil. 


"gimana? dara sudah siap?"tanya papaku.
beliau duduk tenang di kursi piano siap mengiringi lagu yang akan aku mainkan dengan gitar. papaku memang pandai bermusik beliau bisa bermain piano, gitar,dan
biola. walau hobi itu bertolak belakang dengan kesibukannya mengelola kebun sawit ribuan hektare. perkebunan kelapa sawit adalah usaha turun-temurun yang diwariskan dari nenek moyang kami kepada kami  hari itu, aku berjanji pada papa, untuk menyanyikan lagu yesterday nya the beatles dengan guitar, sebagai persembahanku untuknya. dengan menyelaraskan dentingan piano yang papa mainkan, aku mulai memetik gitar. lagu yesterday pun mengalun indah titik perpaduan harmonisasi dan nada antara dentingan piano papa dan petikan gitarku. 
     F.     Em7.    A7.               Dm.      Dm7.   BB,    C
      C7.         F,  C.  Dm7.  G7.     Bb F
"yesterday,all my troubles seemed so far away. now it looks as though they're here to stay....oh, i believe in yesterday", aku mulai menyanyikan lagu bernada sendu itu dengan suara parau.
tapi baru tiga kalimat kunyanyikan, tiba-tiba suaraku tercekat. aku tak sanggup meneruskannya. permainan gitarku terhenti seketika."Lho,kok berhenti? kenapa?"tanya papaku penuh perhatian.persis seperti dokter yang bertanya kepada pasiennya dengan sabar"apa yang sakit?"tanpa menunggu aba-aba.air mata yang dari tadi sudah mengambang di pelupuk mata, tumpah ruah melewati pipiku. aku menangkup kan kedua telapak tangan di wajahku.lalu tersedu-sedu. kedua bahuku berguncang pelan." Lho,kok malah nangis?"bukannya kamu anak kuat?"tanya papa seraya beranjak dari tempat duduk piano itu, dan menghampiri diriku. 
"aku memang anak kuat, pa.Tapi...tapi...,"aku terisak-krisak."kenapa aku gak seperti yang lain? setiap ambil rapor selalu ada Mama mereka yang dampingi. kenapa kalau aku selalu papa?"tanyaku dalam serak.
papaku tertegun mendengar pertanyaanku. lalu dengan yang membayangkan, papa memelukku. beliau mencium ubun-ubun kepalaku."karena papa sayang dara, dan yakinlah. Mama juga sayang dara. papa gak akan membiarkan kamu merasa sepi dan sendiri,"tegas papa padaku. perlahan dan pasti, hatiku kembali tenang. begitulah papaku.sesosok yang begitu dekat denganku. tempatku berbagi gundah dan galau. menemaniku dalam hadapi semua permasalahan. aku tak pernah merasa sendiri. tak pernah merasa kesepian, walau mamaku telah tiada sejak aku masih berada di bangku TK. 
Mama meninggal saat melahirkan adikku. beliau mengalami pendarahan tak terkontrol setelah persalinan(post partum) akibat atonia uterus (uterine atony). kondisi ketika otot rahim kehilangan kemampuan berkontraksi setelah melahirkan. almarhum Mama kehilangan darah lebih dari 1000 ml pada saat kejadian. mengenaskan, karena keluarga kami bukanlah keluarga yang tak mampu membayar rumah sakit. bahkan yang terbesar dan termahal sekalipun se-jambi. tapi saat itu, dengan hamil yang telah menginjak usia 38 Minggu, Mama bersikeras ikut papa mengawasi panen kelapa sawit di salah satu kebun keluarga kami. kebun yang berjarak sekitar 60 km dari pusat kota Jambi.

















.
Kembali
© Copyright : SMP Negeri 17 Bandung - 2024