GLS KELAS : VII-J

TAHUN PELAJARAN 2025/2026
HANA KAMILA RISDIANI
Kelas : VII-J

HANA KAMILA RISDIANI
Kelas : VII-J

Senin, 20 Oktober 2025 | Dibaca : 60 kali
Judul Buku: Legenda batu belah
Genre: Fiksi
Penulis: Pekerja
Penerbit: CV. CAHAYA AGENCY SURABAYA
Tahun: 2017
Halaman: 5
GLS
Resume:
Di tanah goyo ada desa kecil tinggal lah keluarga kecil yang miskin. Ayah, ibu, dan dua anak yang masih kecil mereka sangat miskin saking miskinnya kadang mereka todak dapat makan yang cukup. Kadang kalau tidak dapat makana buruan, sang ayah kadang berburu belalang di kebun. Sebelum pergi berburu sang ayah selalu mengingatkan sang istri untunk menutup pintu lumbung agar belalang-belalang itu tidak terbang. Pada suatu hari sang ayah pergi berburu seperti biasa ia mengingatkan sang istri untuk menutup pintu subung. "bu, aku pergi berburu dulu, siapa tau aku dapat rusa" ibu pun menjawab "ya, hati-hati jangan sampai terluka, " Sang ayah pun pergi berburu. Hari makin siang, tapi sang ayah belum kembali juga "bu.. Aku lapar, " rengek si sulung " tunggu sebentar lagi, ayah mu sebentar lagi pulng bawa daging rusa" jawab ibu. Lamun setelah menunggu lama, ayah tak kunjung pulang "bu.. Aku benar-nenar lapar. Goreng kan saja beberapa belalang" ibu pun menyuruhnya untuk mengambil beberapa belalang, sambil menyusui si adik yang menangis. "Jangan lupa untuk menutup pintu lumung nya, biar belalang nya tidak keluar, " ucap ibu, si sulung pun pergi ke ke lumbung sesampainya disana ia membuka pintu pelan-pelan " Aha! Itu dia! " teriaknya "Hap.. Hap.. Hap.. " dengan sigap si sulung menangkap belalang itu, namun aneh setelah beberapa saat belalang-belalang itu mulai hilang di sulung bingung, saat melihat ke belakang ia lupa menutup pintu "Aduh.. Kenapa aku begitu bodoh... Ayah pasti akan marah padaku.. " ucap si sulung. Di sisi lain si ibu yang sedang menunggu bingung kenapa si sulung sangat lama "lama sekali, ada apa? " tanya nya si ibu pun pergi menyusul si sulung. Ternyata saat ibu kesana si sulung sedang menagis di pojok "maaf bu aku lupa menutup pintu.. " si ibu pun menjawab " yah, yasudah ibu saja yang bilang ke ayah. Saat si ayah pulang ia mengluh karena tidak dapat buruan, karena lelah sang ayah meminta si ibu untuk menggoreng kan nya belalang sang ibu pun menceritakan apa yang terjadi dan menyalahkan dirinya, sang ayah marah dan mulai mengeluarkan baju² ibu. Sang ayah mengusir ibu. Anak anak pun panik tapi tak bisa berbuat apa apa "jaga diri baik² ya nak.. " sang ibu pun pergi tanpa arah, ternyata di hutan ada batu belah, sang ibu sedang sedih, sang ibu tidak tau kalau batu belah tidak tau kalau batu belah tidak suka orang sedih, ibu pun duduk di sebelahnya. Tiba² batu itu bergetar dan menelah ibu, "Ibuu!! " teriak si sulung tapi dia tak bisa buat apa apa. "Ini semua salah ku.. " tiba² keluar beberapa helai rambut dari batu itu si sulung pun mengambilnya dan menjadikannya jimat untuk keselamatannya dan adiknya.
Kembali
© Copyright : SMP Negeri 17 Bandung - 2024