LITERASI SMP Negeri 17 Bandung
TERAKTIF : AYRRA AZAHRA PUTRI GUNAWAN
TAHUN PELAJARAN 2026/2027
AYRRA AZAHRA PUTRI GUNAWAN
Kelas : IX-K
Kamis, 23 Oktober 2025 | Dibaca : 197 kali
Judul Buku:
Azzamine
Genre:
Fiksi
Penulis:
Sophie Aulia (Nama pena : Jupiter Lee)
Penerbit:
Bukune Kreatif Cipta
Tahun:
2022
Halaman:
1 - 354
GLS
Resume:
RINGKASAN BUKU CERITA DARI HALAMAN 1 - 354 :
Kisah ini berkisar pada seorang mahasiswi bernama Haura Jasmine. Jasmine adalah seorang mahasiswi yang cerdas, berani, dan sedikit keras kepala. Dia berasal dari keluarga yang religius, meski begitu, kepribadiannya sedikit dianggap “berbeda.” Jasmine tidak lembut dan penurut seperti harapan keluarga. Ia outspoken, lebih memilih pakaian santai dan cenderung sedikit sulit untuk di atur. Jasmine merasa kehidupannya stabil pada awalnya, ditambah dia mempunyai kekasih bernama Deka yang ia jalin selama empat tahun. Meskipun ada banyak pertengkaran, Jasmine meyakini Deka adalah tempatnya berlabuh. Tapi, mulai ada konflik ketika orangtua Jasmine mengatur perjodohan untuknya, berdasar pada kriteria ideal yakni Raden Azzam Al-Baihaqi, seorang hafiz yang berasal dari Al-Azhar Kairo, dengan pribadi yang lembut dan berwibawa. Bagi Jasmine, perjodohan ini terasa tidak masuk akal. Ia menolak keras, merasa tidak sepadan dengan Azzam. Tetapi keluarganya berpendapat lain, Azzam adalah sosok yang bisa “membimbing” Jasmine ke arah yang lebih baik. Dari sinilah kisah pertemuan yang canggung dan penuh penolakan dimulai. Azzam digambarkan sebagai sosok laki-laki yang penuh ketenangan. Ia tidak marah meskipun Jasmine menolak mentah-mentah perjodohan mereka. Sebaliknya, ia memilih mendekati Jasmine perlahan, bukan dengan tekanan, melainkan dengan tindakan lembut. Ia hadir dalam hidup Jasmine tanpa memaksa, menunjukkan kasih sayang dalam bentuk doa, perhatian kecil, dan pengertian. Sikap ini membuat Jasmine bingung. Ia terbiasa menghadapi cinta yang meledak-ledak seperti Deka si emosional, penuh cemburu, dan tidak stabil. Azzam itu berbeda ia tidak banyak bicara, tetapi tindakannya konsisten. Ia tidak menuntut Jasmine berubah, tetapi kehadirannya perlahan membuat Jasmine bercermin pada dirinya sendiri. Melalui dialog, doa, dan pertemuan-pertemuan kecil, selayaknya inti cerita disuguhkan dengan perubahan batin Jasmine yang lambat namun nyata. Ia mulai mempertanyakan arah hidupnya, hubungannya dengan Deka, dan makna “cinta yang benar”. Di sisi lain, Azzam juga digambarkan bukan tanpa konflik, ia harus menahan perasaannya agar tidak melanggar batas agama dan kehormatan Jasmine. Konflik mencapai puncaknya ketika Jasmine mengetahui bahwa Deka itu berselingkuh. Luka batin itu membuatnya runtuh. Dalam keadaan rapuh, Azzam tentu saja tetap hadir, bukan untuk mengambil kesempatan, melainkan untuk menguatkannya dengan nasihat dan kesabaran. Ia mengingatkan Jasmine tentang harga diri, tentang cinta yang seharusnya menuntun bukan menjerumuskan. Dalam bab-bab pertengahan, isi buku menjelaskan suatu proses pendewasaan Jasmine. Ia mulai belajar menata diri, memperbaiki ibadahnya, dan berdamai dengan masa lalu. Sementara Azzam, tetap teguh menjaga batas, tidak ingin menyentuh Jasmine sebelum waktunya, tidak ingin mencintai dengan nafsu, tetapi dengan niat suci. Menjelang akhir, Jasmine dan Azzam akhirnya bersatu, bukan karena dipaksa keadaan, melainkan karena keduanya telah siap. Perjalanan mereka bukan kisah cinta klise, melainkan proses spiritual dua manusia yang saling menuntun untuk menjadi versi terbaik dari diri masing-masing.
.KELEBIHAN BUKU :
Azzamine tidak hanya sekedar salah satu buku yang mengajarkan arti cinta berdasarkan perasaan hawa nafsu semata, melainkan makna cinta yang dilandaskan dengan nilai - nilai syariat Islam ataupun agama sebagai jembatan dan jalan dalam membimbing kisah cinta tulus sebenarnya. Selain itu, jika berdasarkan aspek literasi dalam alur cerita, saya merasa bahwa buku ini tidak terasa membawakan alur yang terlalu cepat atau lambat, perkembangan hubungan Azzam dan Jasmine, pergulatan batin Jasmine, serta dialog-dialog yang melibatkan emosinya dibangun cukup detail sehingga pembaca bisa merasakan pergeseran perasaan. Novel ini awalnya adalah karya AU (Alternate Universe) di Twitter, viral, dan kemudian diterbitkan, serta berhasil menjadi salah satu buku best seller. Kesuksesannya memperlihatkan bahwa tema dan gaya bahasa yang dibuat Sophie Aulia berhasil menyentuh generasi muda termasuk saya.
KEKURANGAN BUKU :
Ada sejumlah tokoh pendukung yang muncul tapi sedikit fungsinya, terkadang kemunculannya terasa hanya untuk menambah konflik atau drama tanpa benar-benar memberi kontribusi pada kedalaman cerita. Ini membuat beberapa bagian terasa menggantung atau panjang tanpa memperkuat tema utama. Lalu, untuk pembaca yang memiliki sebuah tipe mengharapkan puncak emosi yang sangat kuat (misalnya ketegangan dramatis, klimaks emosional yang berat), beberapa bagian terasa terlalu aman/tidak terlalu mengguncang. Pergulatan batin Jasmine kadang terasa dipendam agak lama tanpa eksplorasi cerita yang sangat dalam ataupun lebih luas.
© Copyright : SMP Negeri 17 Bandung - 2024