TERAKTIF : NADIA SEPTIANI

TAHUN PELAJARAN 2025/2026

NADIA SEPTIANI
Kelas : IX-K

Senin, 26 Januari 2026 | Dibaca : 51 kali
Judul Buku: Laskar Pelangi - Andrea Hirata
Genre: Fiksi
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka (Yogyakarta)
Tahun: 2005
Halaman: 534
GLS
Resume:

Novel Laskar Pelangi – Andrea Hirata

Novel Laskar Pelangi menceritakan perjuangan sekelompok anak dari keluarga miskin di Belitung dalam menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah, sebuah sekolah yang sangat sederhana dan hampir ditutup karena kekurangan murid.

Awal Cerita

Kisah dimulai dari hari pertama masuk sekolah di SD Muhammadiyah Belitung. Sekolah ini hanya memiliki bangunan reyot, fasilitas minim, dan hampir ditutup karena kekurangan murid. Untuk bisa tetap beroperasi, sekolah membutuhkan minimal 10 siswa. Saat harapan hampir pupus, seorang anak bernama Harun datang tepat pada waktunya, sehingga sekolah dapat dibuka.

Sekolah tersebut dipimpin oleh dua guru yang sangat berdedikasi, yaitu Bu Mus dan Pak Harfan. Meskipun hidup serba kekurangan, keduanya memiliki semangat luar biasa dalam mendidik murid-muridnya dengan penuh keikhlasan.

Tokoh-Tokoh Utama

Murid-murid SD Muhammadiyah ini kemudian dikenal sebagai Laskar Pelangi, yang terdiri dari:

  • Ikal (tokoh “aku”), anak biasa dengan mimpi besar
  • Lintang, anak jenius yang sangat cerdas namun berasal dari keluarga miskin
  • Mahar, anak kreatif dan pecinta seni
  • Trapani, anak yang sangat bergantung pada ibunya
  • Kucai, ketua kelas
  • Sahara, anak perempuan yang tegas
  • A Kiong, Borek, Syahdan, dan Harun

Mereka berasal dari latar belakang ekonomi yang sulit, namun memiliki semangat belajar yang tinggi.

Perjuangan dan Kehidupan Sekolah

Dalam keseharian, mereka belajar di sekolah yang serba terbatas. Buku sangat sedikit, ruang kelas nyaris roboh, dan sering terganggu oleh cuaca. Namun, keterbatasan itu tidak memadamkan semangat mereka.

Lintang digambarkan sebagai murid paling cerdas. Ia harus bersepeda puluhan kilometer setiap hari dan menghadapi bahaya buaya demi bisa bersekolah. Sementara itu, Mahar sering menghidupkan suasana sekolah dengan ide-ide seni yang unik dan berani.

Salah satu momen penting adalah saat mereka mengikuti karnaval 17 Agustus. Dengan kreativitas Mahar, Laskar Pelangi berhasil tampil luar biasa dan mengalahkan sekolah-sekolah kaya, termasuk sekolah PN Timah. Peristiwa ini membuktikan bahwa kreativitas dan semangat bisa mengalahkan keterbatasan materi.

Konflik 

Kisah mulai mengharukan ketika Lintang harus berhenti sekolah setelah ayahnya meninggal dunia. Ia terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Kepergian Lintang menjadi pukulan berat bagi sekolah dan teman-temannya karena ia adalah simbol harapan dan kecerdasan.

Selain itu, sekolah Muhammadiyah juga terus berada dalam ancaman penutupan akibat kondisi bangunan dan kurangnya dukungan dana.

Akhir Cerita

Waktu berlalu, Laskar Pelangi tumbuh dan menempuh jalan hidup masing-masing. Ikal kemudian melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri, membawa kenangan masa kecilnya di SD Muhammadiyah.

Di akhir cerita, Ikal mengenang perjuangan, persahabatan, serta jasa para guru yang telah mengajarkan arti keikhlasan, mimpi, dan keteguhan hati. Laskar Pelangi menjadi simbol bahwa pendidikan adalah cahaya, bahkan bagi mereka yang hidup dalam kemiskinan.

Pesan Moral

  • Pendidikan sangat penting dan harus diperjuangkan
  • Keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk bermimpi
  • Guru yang ikhlas mampu mengubah masa depan muridnya
  • Persahabatan dan kerja keras dapat mengalahkan kesulitan hidup
.
Kembali
© Copyright : SMP Negeri 17 Bandung - 2024