TERAKTIF : NABILA SARAH AMIRA

TAHUN PELAJARAN 2025/2026

NABILA SARAH AMIRA
Kelas : VII-G

Senin, 9 Februari 2026 | Dibaca : 30 kali
Judul Buku: SIDHARTA GAUTAMA
Genre: Fiksi
Penulis: IE SWE CHING
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Tahun: 94
Halaman: 106
GLS
Resume:
Guru Belas Kasih Sakyamoni Buddha, bermarga Gautama, bernama Sidarta, dari suku sakya di India, hidup pada tahun 623 SM. Ayahnya, Sudhodana adalah raja Kapilawastu. Ratu Maya meninggal 7 hari setelah melahirkan Sidarta. Kemudian Sidarta dirawat dan dibesarkan oleh bibinya Pajapati.

Hidupnya bergelimang dengan kemewahan, dan menerima berbagai ilmu pengetahuan dan ketangkasan. Pada usia 19 tahun, Sidarta menikah dengan putri Yasodara dari keturunan Koliya. Mereka mempunyai seorang anak yang diberi nama Rahula. Sidarta pernah diramalkan oleh Pertapa Asita, bahwa kelak dia akan menjadi Buddha. Untuk menghalangi Sidarta menjadi Buddha, Pangeran Sidarta dilindungi secara ketat. Meskipun dia hidup terpisah dari lingkungan luar, namun ia bisa merasakan segala macam ketimpangan akibat perbedaan kasta, bahkan ikut sedih memikirkannya.

Suatu hari, tatkala ia menyaksikan sendiri kemiskinan dan kesulitan rakyat, serta mengetahui gejala yang harus dialami manusia seperti tua, sakit, dan mati, dia bertekad meninggalkan istana untuk bertapa, mencari obat yang dapat mengatasi kesedihan dunia. Sidarta meninggalkan istana pada usia 29 tahun.

la menelusuri hampir seluruh India Utara, untuk mencari guru terkemuka. Tetapi cara yang mereka ajarkan, tidak memuaskan hati Sidarta. Kemudian dengan caranya sendiri dia menjalani mati raga ekstrim, tetapi juga tidak membawa hasil. Pada usia 35 tahun, dia melepaskan cara mati raga yang dijalaninya selama 7 tahun, menuju ke gunung Gaya ditepi sungai Neranjara, bersemedi di bawah pohon sejenis Ara, yang kemudian disebut pohon Bodhi. Setelah dia berhasil menaklukkan berbagai macam godaan, pikirannya mulai jernih dan terbuka. Tiba-tiba dia melihat gejala kelahiran berulang-ulang. Setiap kematian akan diganti oleh kehidupan yang baru. Akhirnya ia mengerti, bahwa perbuatan manusia sendirilah yang menye-babkan kelahiran terjadi berulang-ulang dalam 5 kelompok alam kehidupan.Buddha yang telah mendapat wahyu, masih bersemedi di bawah pohon Bodhi sela

ma 21 hari, la merenungkan kembali empat kebenaran sejati yaitu duka, penyebab duka, akhir dari duka dan delapan jalan kebenaran. Kemudian dia mengembankan belas-kasih untuk menyelamatkan manusia. Di Isipatana ia pertama kali menga jarkan Darma kepada lima orang pertapa yang pernah ikut bersamanya. Kelima pertapa itu kemudian menjadi murid-murid pertamanya dan disebut wiku Kemudian, dia menerima banyak orang yang menjadi muridnya, seperti raja Bimbisara dari Magada yang menyumbang bangunan Welawara, dermawan Anata yang menyumbang bangunan Jaya-wanaram. Sejak memperoleh kebenaran sejati pada usia 35 tahun hingga meninggal pada usia 80 tahun, dia berkelana untuk berkotbah ke empat penjuru tanpa lelah. Pengikutnya adalah segala lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan kastanya, antara lain: raja, orang kaya, brahmana, rakyat jelata, pengemis, bahkan pencuri dan perampok. Buddha memandang mereka sama la tidak pilih kasih. Buddha menganggap: jiwa itu sama, tiada pembagian terpandang atau hina. Setiap orang, asalkan bisa memusnahkan nafsu keinginan (ketamakan, kebencian dan kebodohan), tekun melaksanakan Delapan jalan kebenaran (pengert-ian benar, pikiran benar, perkataan benar, perbuatan benar, pekerjaan benar, usaha

benar, perhatian benar, meditasi benar), siapapun bisa memperoleh kebebasan. Sepanjang hidupnya, Buddha tak pernah seharipun berhenti mengajar, la menase-hati semua orang supaya menjadi manusia yang sempurna. Buddha pernah berka ta kalian sendiri yang menjalankan, karena Buddha hanya bisa menunjukkan jalan. Semua orang yang menjalani ajaran Buddha dengan benar akan menjadi Buddha. Ajaran Buddha tidak hanya tersebar di India, tetapi juga telah tersebar ke seluruh dunia, la laksana lampu di sepanjang malam, membimbing manusia berjalan dari kegelapan menuju terang.

kelebihan:banyak penjelesan nya
kekurangan:mirip komik,jadi susah di jadiin ringkasan
pendapat pribadi:tidak berwarna
.
Kembali
© Copyright : SMP Negeri 17 Bandung - 2024